
Merangin – Jum’at, 20 September 2024. Kegiatan rutin Kerohanian Islam (Rohis) An-Najjah di MAN 1 Merangin berlangsung lancar, dengan petugas pengisi kegiatan dari kelas XII IPS. Kultum hari ini mengambil tema tentang “Insecure Menjadi bersyukurâ€. Insecure merupakan perasaan lemah, tidak percaya diri dan putus asa dari seseorang akibat sering membandingkan diri dengan media social atau orang lain. Insecure dapat terjadi karena beberapa factor, seperti terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, memandang terlalu rendah pada diri sendiri, kecemasan social dan hal yang mendasari berupa perfeksionisme.
Dalam surah At-tin ayat 4 dikatakan bahwa “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknyaâ€. Dari ayat tersebut dapat diartikan bahwa, apa yang telah diciptakan oleh Allah SWT merupakan hal yang terbaik yang sudah kita dapatkan. Seseorang yang menganggap buruk atas fisiknya secara tidak langsung telah menyinggung kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Seorang hamba yang bertakwa, mensyukuri atas apapun yang diberikan oleh Allah SWT, merupakan kewajiban sebagai bentuk terima kasih kepada-Nya. Rubahlah insecure menjadi bersyukur, agar kita mengetahui dan memahami bahwa setiap manusia sudah Allah takdirkan menjadi versi terbaik dirinya sendiri.

Selanjutnya pada kegiatan pengarahan dari Kepala tentang kebijakan yang ada di Madrasah. Beliau menyampaikan tiga poin krusial yang perlu diperhatikan oleh seluruh siswa, yakini larangan bullying, larangan tawuran, dan larangan membawa handphone di MAN 1 Merangin. "Setiap siswa memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman dan nyaman, bullying dan tawuran hanya akan menciptakan ketidaknyamanan bagi kita semuaâ€, tegas beliau.
Kepala MAN 1 Merangin Bapak Armain, S.Ag juga menjelaskan bahwa larangan membawa handphone bertujuan untuk menjaga fokus siswa dalam pembelajaran. "Dengan menghindari gangguan dari handphone, kita dapat lebih konsentrasi dan memaksimalkan potensi belajar," tambahnya. Setelah beliau menyampaikan pesan terkait disiplin siswa, kepala bersama wakil kepala, pembina osim dan siswa siswi MAN 1 Merangin memberikan aksi solidaritas anti bullying dalam dan luar lingkungan MAN 1 Merangin.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian arahan oleh Waka. Bidang Kesiswaan, Amiruddin, S.Pd, yang dengan tegas serta sistematis menyampaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan tata tertib MAN 1 Merangin. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya setiap siswa untuk selalu membawa buku tata tertib ke madrasah setiap harinya. "Buku tata tertib bukan hanya sekadar buku, tetapi merupakan pedoman bagi kita semua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif," ujarnya.
Selain itu juga Guru Bimbingan dan Konseling, Aprizon, S.Pd, turut menegaskan pernyataan tersebut dengan menambahkan, "Mematuhi tata tertib adalah wujud tanggung jawab kita sebagai siswa. Disiplin adalah kunci untuk meraih prestasi." Kegiatan ini tidak hanya sekedar sosialisasi, tetapi juga diskusi interaktif. Banyak siswa yang aktif bertanya dan memberikan pendapat tentang tata tertib yang berlaku di MAN 1 Merangin. Ini menunjukkan antusiasme siswa untuk memahami dan menerapkan aturan yang ada. Dengan dukungan dari seluruh pihak, MAN 1 Merangin berkomitmen untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan harmonis. Mari kita bersama-sama jaga keharmonisan dan kedisiplinan di Madrasah yang kita cintai ini. *St dan Rcr
Visi : Terwujudnya Madrasah Aliyah Negeri 1 Merangin yang Religius, Cerdas, Inovatif dan Berakhlakul Kharimah
*Tim HUMAS MAN 1 Merangin
|
237x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...